Renungan Harian :

BECKHAMJumat, 12 April 2013 

Pekan II Paskah

 Kis 5:34-42; Yoh 6:1-15

                           PENGALAMAN : GURU KEBIJAKSANAAN

 Orang bijak bilang : Guru yang paling baik adalah pengalaman. Pengalaman hidup biasanya mengajarkan banyak hal. Memang kebijaksanaan itu ada karena orang sanggup memadukan antara pengalaman dan ilmu atau teori yang dimiliki.

Dalam bacaan I, kita menemukan hal itu. Gamaliel, Sang GuruTaurat yang menjabat sebagai Mahkamah Agama, yang begitu dihormati dan disegani seluruh rakyat Yahudi begitu pandai meredakan tuntutan massa untuk membunuh Para Rasul yakni Petrus dan kawan perihal pengajaran mereka tentang Yesus sebagai Mesias yang tersalib dan dibunuh dan dibangkitkan Allah. Dengan pengalaman akan peristiwa Tadeus, pengaku Orang Istimewa dan Yudas, Si Galilea yang memberontak bersama para murid dan pengikutnya harus mati dan tercerai-berai sanggup menenangkan massa dan tuntutan mereka terhadap Petrus dan kawan-kawan itu.Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jikamaksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap. Tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti kamu melawan Allah. Pengalaman Gamaliel akan peristiwa-peristiwa dahulu tentunya mengajarkan kepadanya untuk makin bijaksana dalam bertindak. Hasilnya sungguh luar biasa bagi paramurid. Para murid bersaksidengan mengajar secara bebas tersebarlah kabar tentang Kristus, lantas banyak orang percaya dan menerima ajaran mereka. tentunya kita harus mengatakan tindakan ini merupakan karya Roh Kudus dan Karya Yesus. Sebab Yesus Sendiri pernah bilang:Jangan takutakanapayangharuskamukatakan,karenaRoh Kuduslah yang akan mengajarkan kamuapa yang harus kamu katakan….. kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus Turun atas kamu dan kamu akan menjadisaksikudi Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi (Kis1:8). Roh Kudus memampukan Gamaliel untuk melihat pengalaman masa lalu bertindak benar dan bijak ditengah amukan dan kecaman yang menyesakkan.

Demikian orang banyak atau simpatisan Yesus, yang hanya dengan mengalami berbagai perbuatan ajaib Yesus (entah dialami langsung atau hanya lewat cerita) berbondong mencari dan mengikuti Yesus hingga kelaparan. Di tengah kelaparan mereka bukannya pulang rumah untuk makan melain tetap bersemangat untuk terus mengikutinya karena mereka yakin Yesus akan berbuat sesuatu terhadap mereka. Dan memang Yesus mengadakan mukjizat pergandaan roti sampai tersisa 12 bakul setelah orang selesai makan. Pengalaman akan Yesus dengan perbuatan ajaib telah menghantar orang makin percaya kepadaNya.

Orang-orang Katolik telah mengalami berbagai kebaikan Tuhan. Dalam ekaristi, orang katolik mengalami  Tuhan Yesus, memberikan dirinya sebagai makanan dan minuman yang menguatkan, meneguhkan dan bahkan menyembuhkan. Dalam berbagai peristiwa hidup harian, setiap orang mengalami bahwa Tuhan begitu baik terhadap kita sehingga masih memberikan sinar mentari baru bahkan usia panjang dan kesehatan yang mumpungi. Setiap  saat, kita mengalami bahwa Tuhan masih memberikan kepada kita pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita entah itu untuk diri maupun untuk keluarga. Setiap saat, kita mengalami bahwa Tuhan masih memberikan kepada kita teman dan sahabat, orang tua dan saudara-saudari yang begitu baik hati, penuh perhatian dan cinta serta kasih sayang yang besar. Setiap saat kita masih mengalami bahwa Tuhan masih memperkenankan kita selamat dalam setiap perjalan kita baik diatas motor, mobil atau pun berjalan kaki. Entahkah pengalaman-pengalaman harian yang tentunya biasa-biasa ini, menghantar kita senantiasa makin percaya / beriman pada Tuhan? Masihkah pengalaman-pengalaman itu, menghantar kita untuk tahu bersyukur? Jadilah pribadi bijaksana. Pengalaman adalah guru terbaik hidupmu. Bukalah mata dan perhatikanlah hidupmu, perhatikanlah pengalamanmu. Sedetik waktu yang Tuhan beri,berisi sejuta pengalaman yang menakjubkan karena begitu indah dan menawan pesona yang ditabur dalam setiap kejadian meski terasa pahit dan kelam. Dibalik kelamnya hidup ada secercah cahaya yang mengobarkan semangat dan kekuatan ganda. Para murid ditengah amukan tuntutan massa bahkan nyawa hampir menjadi tumbal, mereka tidak gentar. Karena mereka tahu (beriman) Tuhan ada dan hadir bersama mereka. Pengalaman pentekosta menjadi andalan keberanian mereka. Hendaknya kita terbuka melihat setiap peristiwa yang dialami sebagai pengalaman kebijaksanaan dalam tuntunan Roh Kudus dan berkat Kristus yang bangkit…. Jangan Takut Aku menyertai kamu hingga akhir zaman…. Roh Kudus berilah kami keberanian… Yesus berkatilah kami….

Rm. Flaviano Kuftalan, Pr.