Homili P.Vincent Wun, SVD

Minggu, 20 Januari 2013

Yohanes Penginjil menampilkan Maria, ibu Yesus sebanyak dua kali dalam injilnya: saat pesta di Kana awal karya pelayanan Yesus dan ketika di kaki salib, akhir karya Putranya. Salah satu cara menyadarkan kita bahwa Maria tidak hanya memainkan peran pasif sebagi ibu secara fisik dengan Yesus; tapi juga ia secara aktif menyertai Yesus dalam karya penebusan-Nya. Dalam injil hari in, kita dengarkan kisah pesta nikah di Kana. Maria ibu Yesus diundang, demikian juga Yesus dan murid-muridNya. Pesta sedang berlangsung, Anggur habis.Maria mencari jalan dengan menghubungi Yesus dan Yesus menunjukkan mujikzat pertamanya seperti yang dikisahkan Yohanes. Dan kisah ini tidak asing, sudah didengar setiap pasangan suami-istri saat pernikahannya.

Kalau itu mukjizat pertamanya, maka bagaimana Maria dapat mengetahuinya? Seorang ibu yang baik mengenal anak-anaknya. Mereka mengenal bakat tersembunyi dan potensi yang ada dalam putra dan putrinya. Ada banyak muda dan mudi yang dapat melakukan hal besar dalam hidup mereka karena mama mereka mempercayai mereka dan mendorong mereka.

Ada satu pertanyaan besar muncul dalam kisah ini yaitu: Apakah Maria sudah mengetahui semuanya itu selama tiga puluh tahun bersama Jesus, dan kendatipun tahu tetapi ia tidak pernah memintanya untuk memperbanyak roti di rumah, air jadi anggur, atau memperbanyak uang pembelajaan keperluan di rumah? Mengapa ia tidak pernah memohon kepada PuteraNya untuk menggunakan potensi yang ada dalam membantunya tapi ia begitu cepat menyuruh Puteranya untuk memanfaatkan potensi itu demi sesama? Perhatikan hal ini baik baik. Jika anda yang melahirkan seorang anak dengan potensi untuk melakukan mukjizat seperti itu seperti melipatgandakan uang, tidakah anda akan menyuruhnya untuk membantu urusan rumah tangga? Dasar dari semuanya itu hanya satu hal:cinta mulai di rumah. Tetapi bagi Mari dan Yesus sesama menjadi prioritas utama.

Ambillah hal ini dari Yesus. Ia tahu bahwa ia memiliki kuasa untuk membuat mukjizat. Setelah empat puluh hari berpuasa di gurun Ia merasa lapar dan setan datang mengajak-Nya agar dapat mengubah batu menjadi roti untuk dimakan tetapi ia tidak melakukan itu. Di lain pihakIa dapat memperbanyak roti untuk orang banyak yang mengikutiNya. Apa yang mau disampaikan Yesus kepada kita sekalian lewat contoh hidup ini? Hal ini mau dikatakan kepada kita semua bahwa karunia Allah kepada setiap orang secara pribadi bukan terutama untuk mereka dan keluarganya tetapi untuk melayani sesama. Oleh karena itu kita dengar seruan Paulus dalam bacaan II hari ini bahwa Allah mengaruniakan aneka karunia kepada manusia sesuai yang dikehendakinya dan ia menambahkan: “tetapi kepada tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama.”( I Kor.12:6) Bukan untuk cari untung.

Hari ini adalah hari yang baik untuk kita bertanya pada diri kita: “Talenta apa yang diberikan Tuhan kepada saya? Apakahtalenta itu telah saya gunakan untuk keuntungan diri sendiri atau untuk melayani sesama dalam masyarakat?” Kita kadang kepingin dapat tapi kenapa Roh itu tidak didapatseperti yang dikisahkan dalam injil. Kalau itu terjadi mungkin kita akan menjadi ingat diri sendiri. Hendaklah kita mulai dari hal kecil denganmenggunakan bakat secara sederhana seperti anugerah doa, nyanyi, mengajar, merawat, sharing, memdorong, membantu, memotivasi, menulis dan lain lain- maka bakat itu akan mulai bertumbuh dan secepatnya kita akan mulai melihat mukjizat. Keprihatinan kita pada sesama adalah awal dari mukjizat. St.Fransiskus Assisi, berbuat banyak karena dia hanya mau melayani Tuhan dan sesama karena itu ada doanya yang sangat disukai semua orang:

Tuhan jadikan aku alat damaiMu. Di mana ada kebencian, cinta, dimana dendam, maaf; dimana ada kebimbangan, kepastian; dimana ada keputusasaan, harapan; di mana ada kekalutan, terang; di mana ada kesedihan, sukacita. Tuhan beri kekuatan agar aku bukan mencari untuk dihibur tapi menghibur,bukan dimengerti tapi mengerti, bukan dicintai tapi mencintai,karena dengan memberi kami menerima, dengan memaafkan kami dimaafkan, dengan mati kami dapat bangkit untuk hidup yang kekal. Doa ini awal dari mukjizat. Silahkan mencoba.