Homili P.Vincent Wun, SVD

Minggu II Paskah/TahunC

Ada di dalam kalangan umat kita orang lebih mengutamakan perayaan hari Paska daripada minggu-minggu lainnya. Mereka dijuluki katolik Napas. Sampai ada di antara mereka mengeluh bahwa setiap tahun kotbah pastor parokinya hanya tema yang sama:  KebangkitanNya tidak ada tema lain yang itu saja…, kebangkitan. Ternyata orang itu memang sudah tiga tahun berturut-turut hanya menghadiri misa pada hari minggu paska saja dan tentu hari paska tidak ada tema lain selain Kebangkitan.

Kenapa orang tidak menghargai perayaan pada hari minggu secara teratur? Jawaban bias karena krisis iman. Orang abad ini seperti orang sepanjang zaman, lapar akan Allah. Orang mencari arti hidup. Tetapi mereka bimbang dan ragu kalau jawaban akan kelaparan mereka bias mereka dapat  di dalam gedung gereja.  Karena itu mereka coba mencari arti hidup dalam kegiatan social, dalam kesibukan pekerjaan, dan kegiatan lainnya dari pada di gereja lewat perayaan ekaristi. Injil hari ini memberikan contoh seorang tokoh yang menggambarkan situasi itu kepada kita.Nama orang itu Thomas.

“Pada sore hari Yesus bangkit, di hari pertama minggu itu…, murid-murid berkumpul… Yesus datang dan berdiri di tengah mereka”(Yoh, 20:19) Murid-murid berkumpul pada hari minggu, hari pertama dalam minggu. Orang Yahudi merayakan hari Tuhan pada akhir minggu yang disebut Sabat untuk mengingat hari istirahat Tuhan setelah menciptakan dunia, sedangkan hari minggu hari pertama dalam minggu orang Kristiani berkumpul untuk merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Ketika orang berkumpul atas namaNya Ia hadir di tengah mereka sebagaimana dikatakanNya: ”Di mana dua atau tiga orang berkumpul di sana Aku hadir di tengah mereka. (Mt.18:20) Hari minggu hari Tuhan, hari Kristus datang menemui dan menguatkan umatNya, hari khusus untuk beribadat. Sebagaimana dalam injil hari ini orang Kristen pertama berkumpul untuk merayakan hari kebangkitan Kristus Tuhan. Peribadatan sering dijalankan pada sore hari.

Ketika murid-murid berkumpul Thomas tidak ada di situ. Di manakah Thomas? Dapat anda lihat bahwa Thomas tepat seperti orang Kristen abad ini yang tidak lagi ke gereja secara teratur. Banyak orang tidak ada di gereja ketika Yesus datang untuk menemui umatNya dan meneguhkan mereka dalam iman. Sebagai akibat, mereka tetap dalam keraguan mereka. Sebagaimana semua murid mereka pun ragu namun karena bertemu dengan Tuhan  yang bangkit mereka diteguhkan. Di sinilah Thomas tidak mengalami pengalaman itu.

Tapi sebagai orang bijak, Thomas coba untuk datang bergabung dengan orang yang percaya pada hari minggu. Injil bercerita ’Seminggu kemudian (minggu berikut) Yesus datang dan berdiri di tengah mereka.(Yoh.20:26) Saat itulah Thomas mengalami Yesus yang bangkit. Langsung kebimbangannya hilang dan berlutut sambil menyembah Tuhan, “Tuhanku dan Allahku”.(ayat 28) Pertanyaan bagi kita adalah apakah jika Thomas tetap di luar dan hanya meminta bukti dan bukti bahwa Yesus bangkit, dan saya akan datang”, mungkinkah itu dapat terjadi? Hal yang paling baik bagi anda untuk menyakinkan seseorang adalah dengan menyatakan kepada mereka tiga kata: ”Datang dan lihatlah”.

Datang dan biarkan Tuhan yang ada bersama kita dalam peribadatan hari minggu, dalam SabdaNya, dalam Ekaristi, biarkan Dia berbicara, menjamah, sehingga kebimbanganmu lenyap dan menjadi percaya. Di sanalah ada jawaban untuk segala pertanyaan tentang kebimbangan dalam hidup iman kita. Ketika anda ragu, ingat Thomas dan belajarlah dari penglaman Thomas. Datang dan lihatlah sendiri. Semoga. demikian apapun keledai anda dalam hidupmu, Ingat Tuhan membutuhkannya.