ANDERSONPERGILAH DAN LIHATLAH

Kis 8:1b-8; Mzm 66:1-3a.4-5.6-7a; Yoh 6:35-40
  
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia : Ia mengubah laut menjadi tanah  kering,  dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu; Demikian kata Pemazmur yang begitu terpesona dengan kedasyatan perbuatan yang luhu, mulia dan agung  yang dikreasikan hanya bagi kita manusia mahkota ciptaanNya.
Tindakan Tuhan ini, ternyata tidak hanya sebatas itu, tetapi Ia masih memberikan kepada kita puteraNya Kristus Tuhan demi tebusan atas kedurhakaan kita akibat dosa dan salah sehingga kita tidak terjerat dalam hukuman dan kematian kekal. Karena itu, tugas kita adalah percaya kepadanya bukannya menolak, menampik dan berlaku seperti tak tahu padahal kita sekalian telah menerima baptisan dalam nama Allah Tritunggal Maha Kudus – Bapa, Putera dan Roh Kudus. Denganbaptisan dalam nama Allah Tritunggal itu maka tugas kita adalah percaya kepadaNya, membiarkan diri dengan terbuka untuk dipimpin olehNya. Jika tidak Ia akan katakan kepada kita : “Sesungguhnya kamu telah melihat Aku, tetapi kamu tidak Percaya kepadaKu” .
Apa yang kita lihat padaNya ? Tentunya, yang kita lihat bukan saja pribadi Kristus tetapi segala perbuatan ajaib yang telah terjadi dalam hidup kita. Perbuatan itu adalah kisah kasih di hari kamis putih sebagai tindakan pelayanan (yang kudus melayani yang kudis- Allah melayani manusia), Perbuatan Jumat Agung sebagai perbuatan serah diri penuh taat pada Bapa dan kita manusia berdosa meski Dia tidak berdosa. Bahkan dalam peristiwa harian, Yesus memberikan diriNya, Tubuh dan DarahNya sebagai makanan dan minuman sejati yang tiada habis-habisnya. Jika demikan pebuatan Kristus untuk kita apa balasan kita untuknya ?
Santu Stefanus telah membalas segala kebaikan Tuhan dengan nyawanya sendiri, mati sebagai martir Kristus karena imannya yang ia hayati. Filipus membalasnya dengan pergi dan menjadi pewarta Kristus bagi bangsa Samaria; Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Kudua figur ini telah menghayati diri mereka sebagai abdi Kristus. Kini giliran kita diundang dan diajak : “Pergi dan Lihatlah”. Kita pergi untuk seperti Filipus mejadi pewarta Kristus yang penuh kasih dengan cara berbuat yang baik (tidak curi, tidak asal jadi, dll), berlaku yang benar (yang memberi kesejukan dan kesegaran dan memberi semangat hidup bagi orang lain), bertutur yang tepat  (bukan makian, sumpah serapah dll) dan bertindak yang jujur (bukan seperti manusia mabuk sopi, bermals-malas, bukan sesuka hati gue) di tengah keluarga kita, ditengah masyarakat kita dan dilingkungan medan karya / kerja kita. Kebajikan-kebajikan itu, hanya terjadi kalau kita sungguh menyadari diri kita sebagai anak-anak Terang pembawa kegembiraan bukannya menjadikan diri kita seperti manusia tak beriman karena sengaja lupa, sengaja buta, sengaja tak beriman. Ingatlah pesan Kristus ini : Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman“. Hendaknya kita hayati pesan Kristus ini sebagai semangat hidup kita, Amin…
Rm. Flaviano Kuftalan, Pr.