GambarMINGGU PEKAN V PASKAH 

Kis 14:21b-27; Why 21:1-5a; Yoh 13:31-33a.34-35

MENGASIHI – APA UNTUNGNYA ??

Suatu ketika, saat seorang nenek hampir meninggal ia memanggil seluruh anak-anaknya berserta para cucunya untuk memberikan kepada mereka pesan-pesan terakhir. Sejak masih mudanya, si nenek itu bercita-cita agar suatu saat seluruh keluarganya hidup baik dan benar. Maka di atas ranjang tempat ia berbaring, saat anak-anaknya bersama para cucunya telah hadir semua, ia dengan suara yang terbata-bata, memberikan pesan-pesan terakhir ini, “anak-anakku, para cucu semua, sedikit lagi saya akan meninggalkan kamu semua, untuk selamanya. Sejak masih muda dan kuat, saya bercita-cita agar suatu saat nanti, seluruh keluargaku, hidup baik, hidup rukun, damai, saling mengasihi, saling mencintai dan mau saling menolong. Saya mau agar semua hidup sebagai adik-adik, saudara dan saudari. Jika ada kesalahan dan perselisihan jangan saling memusuhi tetapi mau kembali berdamai dan saling memaafkan. Dari tempat dimana Tuhan memberikannya buatku ketika saya mati, akan saya bahagia jika kamu semua hidup demikian baik di tengah keluarga maupun di masyarakat”. Selamat tinggal… kita saling mendoakan”. Semua anak dan cucu yang mendengar pesan itu, begitu sedih dan menangis tangis air mata.

Pesan yang sama kita dengarkan dari Yesus hari ini; Anak-anak-Ku, tinggal sesaat lagi waktunya, saya ada bersama-sama kamu. Tetapi Aku memberikan kamu satu perintah baru bagi kamu, yakni hendaklah kamu saling mengasihi seorang terhadap yang lain. Perintah ini bukanlah hal yang baru bagi kita. Sebab Yesus telah mengajarkanNya sepanjang tiga tahun berkarya sejalan dengan ajaranNya tentang Kerajaan Allah. Tetapi sifatnya baru seperti yang Ia tunjukkan sendiri dalam peristiwa kamis Putih dalam Semangat kerendahan hati dan pelayanan. perintah baru baru ini. Mengapa Yesus memberikan Perintah Baru ini. Tentunya ada makna yang berharga bagi para rasul dan kita sekalian. memang seturut kisah-kisah suci minggu ini dapat kita temukan makna dan arti pentingnya, yakni :

Pertama, Dengan Mengasihi dapat melahirkan Dunia Baru dan Langit Baru. Dunia dan langit baru itu dapat berupa satu keadaan di mana tiada lagi kekacauan, kebencian, kerakusan, egosme, perselisihan, tuduh menuduh dan mempersalahan, menipu, memfitnah dan membusukan nama baik sesama. Melainkan satu kondisi hidup bersama di mana semua manusia saling bersaudara, hidup dalam keadaan damai dan tentram – hidup dalam suasana saling memahami dan mengerti seorang terhadap yang lain. Lantaran orang merasakan dalam kehidupan itu tiada lagi tangisan dan air mata kepiluan, tiada lagi perkabungan dan ratap tangis, atau duka cita sebab Allah hadir, berkemah bersama-sama mereka, sebagaimana dikisahkan dalam Wahyu Yohanes. Hidup bersama seakan seperti cerita kisah hidup jemaat perdana yang sehati sejiwa (4:12-16).

Kedua, Dengan Saling Mengasihi, Orang kristen menegaskan kekristennya yang percaya pada Kristus. Hal ini ditegaskan sendiri oleh Yesus sendiri : hendaklah kamu saling mengasihi sebab jika kamu saling mengasihi, dunia akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu. Murid Kristu adalah dia yang meletakkan segala jejak kakinya, perkataan mulutnya, perbuatan tangannya, rasa hatinya dan bahkan segala pikirannya pada Kristus yang penuh kasih dan belas kasih, penuh cinta dan keprihatinan, adil dan benar. Dengan cara demikian, tiada lagi perkataan yang akan terlontar seperti kata Mahatma Gandhi yang telah tercatat  sekian ribu tahun dan terus tergiang : Saya akan baru menjadi kristen jika orang kristen hidup seperti Kristus. Sebab dengan semangat hidup baru berkat amanat Kristus itu, kita orang katolik telah memberi satu kesaksian hidup yang paling besar dan agung akan Kristus yang penuh kasih melalui kita para muridnya seperti yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas sehingga semua orang melihat dan percaya Kristus berkat kesaksian mereka.

Ketiga, hasil dari perbuatan kasih yang kita amalkan adalah kita dipermuliakan sebagaimana Kristus yang telah dipermuliakan Allah. Harga terbesar bagi mereka yang hidup dalam amanat kasih Kristus adalah dimuliakan sebagai putera terbaik Allah-kita diselamatkan dan dibahagiakan Allah.

Menyadari betapa nikmatnya perintah baru ini, kita hendaknya kembali melihat diri dan hidup kita entahkah kita telah hidup dalam lingkaran semnagat kasih itu baik di tengah keluarga kita, ditengah masyarakat kita dan di tengah lingkungan kerja kita ? tentunya kita harus jujur mengatakan belum sempurna penghayatan kita. Sebab, tenyata di tengah keluarga-keluarga katolik masih ada perselisihan dan perceraian, orang tua masih memiliki kasoih dan perhatian diantara anak-anaknya; di tengah masyarakat masih terdapat aksi demo, aksi brutal dalam bentuk perkelahian, pencurian, bahkan pembunuhan; di tengah lingkungan kerja masih terjadi sikut menyikut, gigit-menggigit, kecemburuan, ketidakpuasan  bahkan seringkali terjadi ketidakadilan dalam melaksanakan hak da kewajiban. Akibatnya Janji dan sumpah setia yang kita bangun hanyalah sebatas bibir dan kata-kata kosong-melompong yang begitu indah meluncur keluar.

Untuk itu, kita hari ini, digugah, diajak dan diundang untuk berani memulai hidup dalam semnagat kasih demi kemuliaan diri, demi martabat iman kita, dan demi dunia baru dan langit baru dambaan kita semua. Amin…. Tuhan Berkati……….

Rm. Flaviano Kuftalan, Pr.