GambarSELASA PEKAN V PASKAH

Kis 14:19-28; Yoh 14:27-31a
DAMAI SEJAHTERA BAGIMU
Tentunya setiap orang berniat hidup bahagia. Semua orang bercita-cita hidup damai, jauh dari derita dan kesusahan. Untuk ada satu kata dalam bahasa Yunani yakni makarios yang diterjemahkan dengan berbahagia. Namun kata itu hanya menyangkut suatu perasaan saja yang menggambarkan perasaan tenang dan tentram semata. Untuk itu, kata makarios diterjemahkan secara lebih luas yakni terberkati. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa orang yang terberkati akan selalu berbahagia meskipun orang itu mengalami banyak masalah bahkan penderitaan. Sebab ia akan menlihat berbagai kesulitan dan penderitaannya dengan harapan akan masa depan dan jaminan yang dijanjikan Tuhan . memang benar bahwa berkat yang dijanjikan itu baru akan terpenuhi di masa yang akan datang tetapi jaminan itu dirasakan begitu pasti sehingga penerima dinyatakan berbahagia sekarang juga. Maka ketika disapa makarioi tidak berarti semoga kamu berbahagia tetapi kamu sekarang berbahagia atau terberkati.
Yesus hari ini, mengungkapan sebuah hadiah penuh daya bagi setiap orang yang mendengar dan mengalaminya, Damai sejahtera bagi kamu”. Yesus mengungkapkan kalimat yang bukan berwujud janji tetapi sebuah kepastian yang dialami sekarang dan di sini yakni damai. Damai berasal dari Allah, Sang sumber segala sesuatu berasa. Damai yang memberi harapan dan peneguhan. Damai yang memberi kepastian dan ketenangan. Damai yang memberi keteduhan dan penuh berkat. hal ini makin kuat, ketika ia sendiri mengatakan penegasannya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu”. Satu damai yang tidak hanya memberi ketenagan sesaat, bukan satu ketentraman momental melainkan satu keadaan yang penuh ramhat, penuh berkat. Itulah sebabnya, Yesua menegaskan lagi, Janganlah gelisah dan gentar hatimu”. Yesus menegaskan ini sebagai satu tanda pembeda bahwa damai yang Ia bawa dan berikan bersifat ilahi dan sempurna merampung seluruh waktu dan tempat, merampung yang insani dan yang ilahi, yang terbatas, yang rapuh, yang lemah dan yang kekal, abadi. Yang menderita dan yang berbagia, yang meratap dan berduka cita. Damai yang tidak ada batasnya. Damai ini sifat menguatkan, meneguhkan, menberanikan menuju bahagia seperti yang yang dilukiskan oleh Santu Lukas dalam Kisah Rasul, “……Bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara”. Sebab di dalamnya ada “Kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan” yang kita usahakan.
Tuhan Yesus telah memberikan kita damai itu. bahkan menjadi hadiah dan kado terindah dari kebangkitanNya. Kita menerimanya semenjak kita, merayakan paskahNya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu”. Tetapi ternyata kita hingga saat ini masih dicekam oleh berbagai derita dan masalah, kescemasan dan kegelisahan. Kita masih dicengkeram dalam situasi ketakutan dan kekecewaan. Kita masih dihantui oleh berbagai berbagai kepastian dalam hidup. Kita cemas dan kecewa karena harapan hidup akan pekerjaan tak kunjung kita dapatkan. Kita gelisah dan takut karena berbagai kebutuhan tak kunjung terpenuhi seluruhnya. Kita masih menderita dan meratap karena berbagai persoalan hidup yang pekerjaan tidak pernah memberi hasil yang maksimal, karena anak-anak selalu gagal dalam memerjuangkan masa depannya, orang muda tak kunjung mendapatkan tambatan hatinya sementara usia makin menanjak tua, karena suami atau istri hingga kini belum akur hanya karena persolan ekonomi, persoalan ketidak jujuran, karena masyarakat kita tidak memberikan harapan, karena program kerja tidak berjalan sesuai dengan harapan, karena kemiskinan makin menggila, karena gagal panen, karena kematian yang makin menggila menerpa keluarga, karena sakit penyakit yang tak kunjung sembuh. Semunya membawa kita yang mengalaminya makin meratap dan mengeluh. Tetapi apa kita tetap tinggal meratap dan mengeluh. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, tentunya tidak karena Yesus yang kita imani tidak akan membiarkan menangung penderitaan yang melampaui kemampuan kita. Maka ia megundang kita sekalian untuk menaruh harapan dan pergi kepadaNya : “Datanglah kepadaKu kalian semua yang berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Dan malah Ia hari ini, memberikan keteguhan untuk kita, Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu….. Jangan gelisah hatimu. percayalah kepadaKu, percayalah kepada BapaKu…… Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.” Aku mengasihi kamu semua. Untuk kita yang cintai, dikasihi, disayangi, Yesus rela berbuat yang terbaik untuk kita termasuk mengorbankan diriNya demi bahagia dan selamat kita semua sehingga sebab penguasa dunia seperti derita, masalah demi masalah, kegelisahan dan ketakutan, kekecewaan dan kecemasan, derita dan tangisan tidak datang menguasai kita. Tuhan Yesus, berilah kami damaiMu, dan teguhkanlah kami dengan berkat ilahiMu selalu…… Terangilah kami agar mencahayai hidup kami dalam damai sejahteramu, dan berkatilah ziarah hidup dan perjuangan kami…. Hujani kami dengan limpahan kesejukan damai sejateraMu……..Amin.

Rm. Flaviano Kuftalan, Pr.