Gambar

DALAM DOA, KUMENDAMBAKAN

SEMOGA MEREKA SATU

Yohanes 17:20-26

Dua sejoli yang sedang memadu cinta mendambakan suatu saat mereka bersatu sebagai mempelai yang harmonis, yang sejahtera, yang berbahagia mempunyai anak yang menyenangkan. Dambaan itu, mereka pupuk dari hari ke hari, hingga akhirnya cita-cita sungguh terwujud. Mereka mereka dipersatukan dan hidup sebagai suami istri yang sangat bahagia dan terpadang dalam masyarakat karena perilaku sebagai suami istri dan anggota masyarakat yang baik.

Yesus hari ini, mengungkapkan satu dambaan, hasrat dan cita-cita yang sangat mendalam dan dirindukan setiap anak manusia yakni hidup dalam satu-kesatuan yang damai, harmonis, rukun dan membahagiakan. Cita-cita Yesus itu, diutarakan kepada Bapa-Nya dan Bapa semua orang yang percaya kepadanya bersatu dalam sebuah doa yang jelas dan agung; Aku berdoa, untuk mereka yang percaya kepadaKu oleh oleh pemberitaan mereka, supaya menjadi satu seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…. dan dunia tahu bahwa engkau mengasihi mereka seperti Engkau mengasihi Aku. Yesus mendambakan persatuan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya karena Yesus tahu bahwa mereka masih ada dalam di dunia. Ungkapan Dunia bagi Yohanes, mempunyai arti yang jahat, yang rusak, yang berdosa yang melawan Allah. Maka doa Yesus ini tentunya supaya orang-orang yang telah percaya kepadaNya, termasuk kita ini tidak jatuh dalam bujuk rayu “dunia” itu.

Kini soalnya, apakah kita yang adalah orang percaya pada Kristus telah bebas dari bujuk rayu “dunia” seperti yang didoakan Yesus itu? Ternyata belum. Hal ini nyata dalam kehidupan aktual kita, dimana masih sikap bermalas-malas, masih ada pertengkaran, masih ada dendam kesumat, amarah, saling mencurigai, saling menuduh dan mendakwa. Masih ada penipuan, pencurian, pembunuhan. Masih terjadi praktek ketidakadilan, pengkotak-kotakan dalam kebersamaan dengan berbagai alasan yang membuat persatuan dan kesatuan, damai dan kenyamanan hidup terasa jauh, semnagat persaudaraan dan solidaritas ternoda. Kita ternyata masih berada dalam “dunia” yang penuh mengacaukan.

Karena itu, sabda Yesus dalam bentuk doa ini, menggugah, menyadarkan dan mengajak kita umat beriman untuk menananggapi dengan iman dalam hidup kita baik secara pribadi maupun secara bersama-sama sebagai komunitas beriman demi damba rindu Kristus itu dan rindu kita semua. Ia telah mendoakan kita. ia telah mempersembahkan kita kepada BapaNya, hendaknya kitapun mau mengikutinya. Semoga…. Tuhan memberkati kita…. Amin…

IREN DC.