GambarJUMAT PEKAN PASKAH VI

KIS 18:9-18; MZM 47:2-3.4-5.6-7; YOH 16:20-23

JANGAN KUATIR… BERSUKALAH DALAM DERITAMU

(Iren Daconceicao & Gina Abi)

Jika Tuhan Di Pihak Kita, Siapa Yang Akan Melawan Kita ? (Rom 8:31b0. Demikian Kata Santu Paulus, Tatkala Meneguhkan Umatnya Di Kota Roma. Allah yang kita imani adalah Tuhan yang senantiasa berpihak kepada umatNya, anak-anak kekasih ciptaan jari-jemari indah dari rancangan ilahi misteriNya. Ia senantiasa mendampingi, menyertai dan membimbing setiap langkah dan jalan hidup  dan seluruh perjuangan manusia. Tentunya, Ia mau menghantar kita anak-anak, domba kegembalaanNya ke padang rumput yang hijau, mata air yang sejuk. Ia tentunya pula, tak ingin kita hidup dalam duka nestapa derita apalagi maut yang menyengsarakan. Namun kita pun sadar bahwa ternyata dalam hidup kita, tidak melulu bahagia dan sukacita sahabat karib dan teman sejati kita setiap waktu dan saatnya. Adalkalanya kita mengalami bahwa hidup kita seakan sedang jauh dari bahagia. Kadangkala kita mengalami bahwa aneka soal datang menghantui dan bahkan bertubi-tubi, hingga membuat kita tak berdaya. Seringkali pula kita menemukan dalam pengalaman hidup kita, ada orang yang hidup seakan tiada beban, tiada derita; setiap hari hidup mereka bahagia, senyum dibibir terus tersugging, kata mereka terasa bagai embun sejuk di pagi hari dan seterusnya. Semua itu, menjadi dinamika pengalaman indah yang terus kita temui yang sesungguhnya memperkaya kita untuk terus belajar menghayati hidup dan perjuangan kita setiap waktunya.

Yesus, kembali meneguhkan kita saat ini, Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap tetapi dunia akan bergembira. Kamu akan berdukacita tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Yesus mau menunjukkan bahwa tidak selamanya hidup itu hanya derita, hidup itu hanya dukacita. Ibarat habis gelap terbitlah terang. Itulah yang Yesus mau katakan kepada kita. Karena itu, Ia menegaskan kepada kita demikian demikian :Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi ia tidak akan ingat lagi akan penderitaannya karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia” Jadi kita yang sering mengalami derita dan duka tidak perlulah cemas dan takut. Biasanya takut dan kuatir, kita gelisah hanya karena kita tidak ingin kalah di hadapan sesama, kita tidak rela jatuh pamor di hadapan manusia, kita tidak sudi direndahkan oleh sesama kita. Padahal kita sekalian telah dengar kata-kata ini : “Jangan Takut ! Teruslah memberitakan Firman Tuhan dan jangan diam ! Nasihat Ini mengajak kita untuk belajar dari Santu Paulus yang meskipun diperhadapkan dengan berbagai kesulitan, derita dan dukacita tetapi ia tetap bertahan. Sebab Ia yakin Tuhan yang mengatakan pasti Tuhan yang melaksanakan dengang membimbing dan menuntut, melindungi dan menyertai.Lewat Paulus Sang Misionari ulung gereja kita dikuatka dan diteguhkan sekali lagi untuk tidak cemas dan takut. Sebab dalam Tuhan kita berharap kita beteduh dan bergiat tanpa kuatir dan takut sebab Roh Kudus mendoakan kita, Tuhan Yesus memberkati kita…. Amin….