JUMAT PEKAN VII PASKAHOLIVER BIERHOFF

 

KIS 25:13-21; YOH 21:15-19

 

“BENAR AKU MENCINTAI ENGKAU”

Mengasihi, mencintai, menyayangi merupakan ungkapan hati yang lahir karena ada daya dorong yang tersembul keluar berkat kepercayaan seorang terhadap yang lain. Paling kurang selalu ada maksud dan tujuan yang masing-masing pribadi pegang teguh. Ibarat dua sejoli yang sedang memadu kasih dan cinta, yang hadir di sana adalah kata hati yang sekalipun tak dikatakan tetapi tetap diketahui maksud dan tujuan. Bahkan hanya dengan kedipan mata, atau mimi muka saja keduanya saling tahu isi hati dan penyampaian yang dikenal dan diketahui. Kasih dan cinta selalu asyik tetapi juga menakutkan. Cinta dan kasih mengasyikan karena selalu memberikan kenikmatan, memberikan kehidupan, memberikan semangat dan energi kekuatan yang tak dapat dipahami. Cinta dan kasih itu menakutkan karena sering membawa efek buruk jika tak dicermati. Orang dapat bunuh jika cintanya dikhianati, dapat gila cintanya tak kesampaian. Itulah cinta manusiawi yang dapat kita temukan dalam keseharian hidup kita.

img_00141.jpgKisah Suci dari Santu Yohanes hari ini, berkisah tentang dialog kasih antara Yesus dan Petrus; “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” …… “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau……”, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Sebuah dialog yang tidak saja meminta jawaban tetapi jauh dari itu, menuntut sebuah kesetiaan pasti dan dalam lagi utuh, yang disadari dari Petrus sendiri. Sebab jawaban yang akan diberikan membawa konsekuensi yakni menjalankan amanat Tuhan Yesus sendiri yakni menjadi pemimpin dan gembala GerejaNya seperti yang ditegaskan Yesus sendiri… “Gembalakanlah domba-dombaKu”. Itulah sebabnya, di sini kita menemukan bahwa ada tanya-ada jawaban. Ada jawaban-ada tugas. Tentunya ini, Tuhan Yesus menegaskan kembali tatkala petrus dan kawanan-kawannya pertama kali dipanggil saat sedang menjalankan profesi mereka sebagai nelayan di Danau Teberau…. “Mulai hari ini, kamu akan menjadi penjala manusia.. Marilah dan ikutlah Aku“. Tuhan Sang Sumber Cinta dan Maha Kasih untuk masuk dalam lingkaran Maha kasih dan Maha CintaNya untuk bertindak dengan cinta dan kasih lewat bhakti pelayanan kegembalaan… “Gembalakanlah domba-dombaKu“. Sang cinta mengutus untuk memimpin dengan cinta, dengan kasih dan dengan hati. Karena itu, yang dibutuhkan adalah kesetiaan, kepercayaan dan kerendahan hati, meski harus mengalami sakit, derita dan kecewa. Tetapi karena telah bersedia dalam kasih dan cinta dengan balutan kepercayaan dan keyakinan harus berjalan dan tuntas. Bahkan harus rela meninggalkan diri demi Tugas kepercayaan Tuhan itu meski tak enak rasanya….. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Itulah konsekunesinya. Bahkan rela mati demi domba-domba yang adalah sahabatnya sendiri karena cinta dan kasih itu…. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya”.DSC02646

Kita biasanya saling mencintai. kita biasa saling mengasihi. Tetapi apa dasarnya. Seorang pria mencintai wanita seringkali hanya karena cantik atau ganteng parasnya, karena lembut dan merdu suara, karena manis senyumnya, karena gemulai geraknya dan indah sikapnya. Bahkan tak jarang kita mencintai seorang karena tergoda dengan status dan kemapanan hidupnya seperti karena pegawainya, karena sopirnya, karena kemakmurannya. Dengan gaya cinta dan kasih yang demikian, membuat kita tidak mampu bertahan tatkala sakit datang menggerogoti. Tidak bertahan saat kecewa datang melanda. Tidak kuat ketika derita datang menerjang. Akibatnya kepercayaan dan kesetiaan dikianati. Janji suci dinodai. Bangunan diri dikotori hanya karena cinta dan sayang yang tak dalam dan tak murni….. Cinta dan Sayang yang murni dan tulus selalu seperti Yesus dan Petrus dalam gambaran kisah Suci Yohanes hari ini. Mari kita belajar dari Yesus dan Petrus…. Cinta itu suci… cinta itu kudus… cinta itu giat aktif… cinta itu berserah diri dalam semangat percaya dan  setia…. Amin….

Rm. Flaviano Kuftalan, Pr.